Isi Artikel
Penulis / Editor
Editor Website
Dipublikasikan
Kategori
Event & WorkshopMembuat produk yang menarik belum tentu berarti mampu menjawab kebutuhan pasar. Pemahaman inilah yang menjadi salah satu bekal bagi 486 siswa kelas XI SMK Telkom Malang dalam kegiatan Pemantapan Moklet Idea Challenge (MIC) 2026 di Malang Creative Center (MCC), 26–29 Oktober 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Garuda Spark dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini menjadi tahap lanjutan bagi siswa untuk mematangkan ide inovasi sekaligus menguji kelayakan bisnis dari proyek yang telah mereka kembangkan.
Sebanyak 243 tim mengikuti kegiatan yang terbagi dalam sesi pagi dan siang sesuai jadwal masing-masing kelompok. Mereka berasal dari beragam bidang, mulai dari teknologi digital, pengembangan gim, agribisnis dan agroteknologi, hingga kesehatan, desain, industri kreatif, dan wirausaha sosial.
Berbeda dari pembelajaran yang hanya berfokus pada penyusunan gagasan, kegiatan ini mengajak siswa menguji apakah masalah yang mereka angkat benar-benar dialami calon pengguna dan apakah solusi yang ditawarkan memiliki nilai. Siswa juga memperdalam pemahaman tentang customer validation, value proposition, dan Business Model Canvas sebagai dasar membangun model bisnis.
Melalui sesi business mentoring, setiap tim berkesempatan mendiskusikan proyeknya bersama mentor dan memperoleh masukan dari perspektif bisnis maupun industri. Siswa belajar mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan hasil wawancara, survei, observasi, atau bentuk validasi lain, bukan sekadar mengandalkan asumsi.
Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, terbuka terhadap evaluasi, serta berani memperbaiki ide ketika menemukan fakta yang berbeda dari perkiraan awal. Prototipe yang telah dikembangkan pun dapat ditinjau untuk menentukan bagian yang perlu disempurnakan.
Setelah kegiatan di MCC, setiap tim akan menindaklanjuti masukan mentor dengan mengevaluasi kembali masalah, target pengguna, solusi, dan model bisnis yang dirancang. Pengembangan prototipe serta validasi tambahan juga menjadi bagian dari proses berikutnya.
Memasuki November, siswa akan melanjutkan proyek ke tahap pengembangan dan persiapan seleksi. Dengan demikian, MIC tidak berhenti pada kompetisi gagasan, tetapi menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengubah masalah nyata menjadi solusi inovatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.
