Isi Artikel
Penulis / Editor
Editor Website
Dipublikasikan
Kategori
Event & WorkshopBelajar teknologi tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui program Moklet Mengajar 2026, sebanyak 469 siswa kelas X SMK Telkom Malang turun langsung ke sekolah asal mereka untuk berbagi ilmu teknologi kepada adik-adik tingkatnya di jenjang SMP.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 ini menjangkau berbagai sekolah, mulai dari SMP negeri di wilayah Malang Raya dan Banyuwangi hingga SMP IDN Boarding School di Bogor. Siswa bekerja dalam kelompok beranggotakan dua hingga tiga orang untuk mengajar satu kelas selama satu jam pelajaran.
Materi yang disampaikan pun beragam dan dekat dengan kehidupan digital sehari-hari. Mulai dari cara menggunakan kecerdasan buatan (AI) dengan bijak, menjaga jejak digital, membuat gim sederhana menggunakan Scratch, hingga mengenal dasar-dasar cyber security. Siswa juga diperbolehkan mengembangkan materi sendiri selama tetap relevan dengan teknologi dan telah dikonsultasikan kepada guru pembimbing.
Agar pembelajaran tidak terasa seperti ceramah biasa, para siswa memadukan penyampaian materi dengan permainan dan aktivitas interaktif. Pendekatan ini membuat adik-adik SMP tidak hanya mendengarkan, tetapi juga memiliki ruang untuk bertanya dan mencoba hal baru.
Antusiasme tersebut dirasakan oleh Puji Lestari, Kepala Sekolah SMP Al-Ikhlas Lumajang yang akrab disapa Ustazah Tari. Ia mengaku bangga melihat perkembangan siswa yang baru sekitar empat bulan meninggalkan bangku SMP, tetapi kini telah mampu berbagi pengetahuan teknologi kepada adik-adik tingkatnya.
Salah satunya terlihat ketika siswa SMK Telkom Malang mengajarkan pembuatan website berbantuan AI. Bagi pihak sekolah, pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa pembelajaran di SMK dapat membekali siswa dengan keterampilan yang kemudian bisa dibagikan kepada orang lain.
Di sisi lain, Moklet Mengajar juga menjadi ruang aktualisasi diri bagi para siswa. Ketika harus berdiri di depan kelas dan menjelaskan materi, mereka ditantang untuk menguasai apa yang disampaikan sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan public speaking.
Program ini diharapkan dapat membangun kebiasaan belajar yang lebih aktif. Sebab, memahami suatu materi dan mengajarkannya kepada orang lain membutuhkan proses yang berbeda. Siswa tidak cukup hanya mengetahui, tetapi juga harus mampu menjelaskan dan memastikan orang lain memahami apa yang dipelajari.
Melalui Moklet Mengajar, SMK Telkom Malang ingin menunjukkan bahwa kompetensi teknologi tidak hanya berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat atau membuat produk digital. Kemampuan berbagi pengetahuan, berkomunikasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan juga menjadi bagian penting dari proses tumbuh sebagai talenta digital.
