Isi Artikel
Penulis / Editor
Editor Website
Dipublikasikan
Kategori
PrestasiInovasi pembelajaran yang mendekatkan siswa dengan dunia wirausaha digital mengantarkan Muhammad Chusni Agus, guru produktif Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan kewirausahaan SMK Telkom Malang, meraih Juara 2 Anugerah Guru dan Kepala Sekolah Prima 2026 kategori Guru SMK Prima. Penghargaan yang diselenggarakan PGRI Kota Malang tersebut diumumkan dalam acara penganugerahan pada 26 Oktober 2026 di Charis National Academy.
Prestasi ini berangkat dari inovasi Moklive, sebuah model pembelajaran Kewirausahaan, Inovasi, dan Kreativitas (KIK) yang mengintegrasikan live commerce, AI copywriting, dan simulasi bisnis produk siswa. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar tentang kewirausahaan di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman membangun dan memasarkan produk secara digital.
Dalam proses penilaian, Chusni melalui tahapan pengumpulan berkas inovasi berupa karya tulis, video, dan portofolio, sebelum mempresentasikan gagasannya di hadapan dua juri dalam pitching day. Salah satu kekuatan inovasi yang diusungnya adalah keterkaitan antara program pemerintah dengan mata pelajaran yang diterapkan di sekolah.
Moklive juga dirancang agar hasil karya siswa tidak berhenti sebagai tugas pembelajaran. Produk-produk tersebut didigitalisasi dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu siswa mengembangkan potensi wirausaha. Karya siswa dapat diakses melalui laman Moklive SMK Telkom Malang.
Bagi siswa, program ini menjadi peta jalan untuk merintis usaha sejak di bangku sekolah. Sementara bagi sekolah, Moklive menjadi basis data produk dan karya siswa sekaligus sarana untuk mendukung aktivitas belajar yang lebih aplikatif.
Ke depan, Chusni berharap inovasi pembelajaran dapat terus dikembangkan menjadi salah satu nilai keunggulan lulusan SMK Telkom Malang. Ia juga mendorong rekan-rekan guru untuk berani mendokumentasikan dan mengembangkan praktik baik yang telah dilakukan.
“Guru Moklet semuanya keren-keren, baik secara kompetensi maupun inovasi. Tinggal menyempatkan waktu untuk menulis, mengimplementasikan, dan mengikutsertakan ke event lomba,” ungkapnya.
Capaian ini menjadi pengingat bahwa inovasi pembelajaran tidak harus berhenti pada gagasan. Ketika diterapkan secara nyata, inovasi dapat membuka ruang bagi siswa untuk belajar, berkarya, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia usaha yang semakin digital.
